2 Tahun Pernikahan

Awal bulan depan, genap dua tahun pernikahan kita, sementara kita masih berdiri dan tinggal di atap rumah orangtua, bukan apa-apa Sayang, bukan juga karna terpaksa ataupun berkeluh kesah. Karna aku Anak Semata Wayangnya Mereka. Ingatkah Ketika dirimu menghadap orangtuaku dan meminangku? Si Bapak berkata “Boleh menikah, asalkan Ari harus selesai kuliah, dan jangan tinggalin Bapak”  tapi tetap saja kau mencari-cari rumah untukku. ^_*

Sepekan lagi genap 2 tahun Sayang, yang kini kupanggil dirimu dengan panggilan “Ayah”, Sekuntum bunga pun tak datang walaupun ku Memintanya berulang. Tapi bukan untuk berkeluh kesah Sayang, bukan juga apa-apa apalagi sebuah aib kelurga. Cintamu tersirat dan tak tersurat, itulah yang pelan-pelan ku pahami darimu.

Cinta yang ku yakini dulu bukan untukku, Cinta pertamamu! Yang membuatku cemburu, Hai.. Aku beri salam manis untuk Cinta Pertamamu, dan aku Ucapkan Selamat untuk Diriku karna Akulah yang akan menjadi Cinta Terakhirmu.

Saat ku meminta cincin di tanganku, kau berikan di hari Ulang Tahunku di ¼ abadku. Terima Kasih Ayah…, Terima Kasih atas semua cinta yang kau punya untukku, dan ketika kau selalu bertanya “Kenapa tidak pernah ucapkan kepadaku tentang cinta secara lisan? Seperti ucapan : Aku mencintaimu Sayang…”

Pertanyaan yang membuatku menggelitik dan tersenyum, karna aku bukanlah orang yang pintar untuk mengucapkannya. Cinta yang ku punya telah ku ucapkan dan tak disadari olehmu, (karena kamu sedang tidur) ^_*

Saat hari pernikahan kita, ku menangis dan tak dapat berkata, inilah yang mungkin dulu ku rasakan (Aku Terharu melihat saat Ayahku menyampaikan kepadamu “Jagalah Ari, aku tidak dapat menjaganya” Ayah yang bertahun itu meninggalkanku menitipkan Aku untuk kau jaga, sungguh kepercayaan seperti apakah yang beliau pikirkan ketika melihat dirimu dan diriku pertama kali di pernikahanku.) Kepercayaan yang ku punya untuk kau jaga dan untuk sebaliknya. Dan kamu slalu berkata “De… cintaku ga akan bertambah karna kebaikan, ga juga berkurang oleh kesalahan” (yang buat aku jadi sering berbuat salah padamu) ^_*

Aku adalah perempuan biasa, bahkan lebih biasa saja jika dibandingkan dengan mereka, tapi aku yakin dirimu memandangku perempuan paling manis karna kalau tidak pasti kau tidak akan memilihku. :-p

Aku bukan type yang kau idamkan, juga bukan pula kau yang ku idamkan. Itulah kehidupan yang nyatanya tidak diberikan oleh Allah dengan paket yang Sempurna, Namun harus Tetap dijalani tanpa pernah sesal dan menyerah. Karna Kehidupan adalah Anugerah dan Kamulah Anugerah yang tak terbantahkan.

Tiada hadiah terindah di Dunia ini selain Suami Sholeh, dan ku yakini dan inginkan ”Aku lah wanita dibelakangmu” dimana seorang bijak berkata ”dibelakang Laki-laki sukses terdapat perempuan di belakangnya.”

Cinta Bunda untuk Ayah dan Afif  Selamanya

About bundadinda

Simple, suave, sexy, smart, and strong ^_^ enough

Posted on Mei 27, 2010, in Di Buang Sayang and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: