Surat Cinta untuk Ke2 Rajaku

Dear Ayah & Afif Sayang

Aku baru tersadar karena kekeliruanku, karena kekhilafanku ketika Allah mencoba kesabaranku lewat sakit Anak dan Suamiku.

Ayah… Maaf tlah membuat Ayah tidak nyaman bersandar ketika diderita sakit,

Afif… Maaf Bunda kurang menjaga kesehatanmu hingga kamu rentan sekali kena firus batuk pilek dari cuaca dan teman sekitarmu.

Ketika bunda harus libur kerja untuk sekedar menemani dan merawat suami/anakku ketika sedang sakit, aku berfikir ini rumit sekali jika dihubungkan dengan absensiku selama bulan ke bulan terakhir ini. Pada bulan lalu aku terkena potongan 15% dan dampaknya adalah uang 3ratus sekian ilang dari slip tunjanganku. Dan ketika bulan April ini aku mendapati absensiku mencapai limit dan kena potongan hingga 75% aku sangat bingung dan gamang. Bagaimana tidak! Aku tidak masuk kerja hampir tiap jum’at dan itu membuat aku jadi bingung lantaran sakit dari Kedua Rajaku itu.

Semoga Allah memberikan kesabaran lebih dahsyat lagi kepadaku hingga aku bisa bertahan di dalam Nahkoda ini. Amin….

Surat Cinta Bunda buat Ayah :

Yah…. Maaf telah memasang muka bete dan jenuh ketika menemanimu dalam keadaan sakit, maaf telah dalam fikiran sendiri dan tdk perduli denganmu, walaupun aku merasa inilah yang bisa ku lakukan untukmu, inilah bentuk kasih sayangku, inilah rasa cintaku, inilah aku yang apa adanya, inilah yang dapat aku lakukan untuk mengobati luka jasmanimu dan jiwamu lewat share tentang pekerjaanmu ataupun kekhawatiranmu.

Sempat terhentak rasa tidak pantasnya aku menjadi pendampingmu jika kamu merasa kurang perhatianku, kurang kasihku, kurang pengertianku, tapi inilah aku, yang tak bisa mengungkapkannya secara gamblang dan tak biasa berbahasa lembut apalagi santun. Bahkan nada bicaraku pun seolah-olah rancu, dan terasa kesal padamu, padahal BUKAN sayang’

MaafkanKu jika Kekuranganku membuatmu tak Nyaman disampingku.

Surat Cinta Bunda buat Aiff :

Nak… bunda telah berusaha keras supaya kamu mau makan, setiap bunda perhatikan kamu susah makan jika bunda di rumah bersamamu, tiap kamu tidak ingin makan dan mengunci mulutmu bunda kesal tapi juga tetap berusaha untuk tetap menyuapimu dan memasak masakan yang digemari olehmu. Nak… bunda ga kehilangan akal jika kamu tidak mau makan, sampai-sampai bunda bereksperimen dengan dapur masakan bunda hanya ingin melihatmu makan dengan lahapnya. Maaf jika bunda suka mencekokimu dengan makanan dan kau pun teriak dengan mengunci mulutmu.

Tapi bunda akan sangat senang jika bunda melihatmu makan masakan bunda dengan lahapnya. Kali ini bunda tau selera makanmu sayang, tiap pagi bunda ke pasar, masak dan menyuapimu tiap pagi sangat menyenangkan. Tapi jika kamu dilanda sakit, bahkan ketika bunda liat buku catatan kesehatanmu, hampir tiap bulan kamu ke Dokter karna keluhan Radang, Demam, Batuk, Pilek dan sempat sakit dirawat 1 kali di RS. Bunda akan berusaha tetap tegar dan berdiri tegak untukmu Sayang. Tapi bunda juga manusia biasa yang kadang juga Bete dan Kesal jika Melihatmu Sakit dan Susah Sekali untuk Makan. Ketika orang berkata kamu belum lancar berbicara bahkan kata-kata Bunda atau Ayah pun hanya 1 atau 2 kali saja terdengar dan tidak lagi terdengar kembali, membuat bunda selalu ingin berusaha disampingmu menemanimu belajar berbahasa dan berbicara dengan jelas Sayang.

Aku Yakin Allah memberikan Suara yang Indah untuk kau ucapkan dan untuk membaca Al-Qur’an dan Hadist. Amin…

Salam Hangat

Bunda

About bundadinda

Simple, suave, sexy, smart, and strong ^_^ enough

Posted on Mei 3, 2010, in Di Buang Sayang and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: