Ketika Sedekah menjadi Obat untuk Anakku

Segala puji hanya milik Allah, kita selalu memujiNya dikala senang maupun susah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah -yang pernah mengalami sakit dan tertimpa cobaan- , kepada keluarga dan sahabat beliau yang penyabar lagi ridha terhadap taqdir Allah.

Ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : “Obatilah ornag yang sakit diantara kalian dengan sedekah” ketika anakku sakit demam tinggi dan akhirnya dirawat di Rumah Sakit usia 8 bulan, tepatnya 22 November 2009, suhu panas badanya mencapai 39.3 derajat. Ku beri obat tempra dan kompres selama perjalanan ke rumah sakit. Dan tak henti-hentinya ia menangis dan memeluk erat dalam gendonganku. Ketika sampai di RS dan di periksa panasnya mencapai 40 derajat. Di suntiklah tangan anakku untuk di ambil darahnya dan akhirnya di rawat inap. Pikirku pun bertanya-tanya ”Kurang Sedekahkah aku ya Rabb? Dosa apakah aku ya Rabb?”

Si kecil ga mau di tidurkan di kasur rumah sakit, maunya tidur di pelukan Bunda. Sungguh hari kemarin telah menjadi masa lalu bagi perjalanan Afif saat ini yang usianya sudah mencapai 1 tahun 1 minggu. Tiap harinya di rumah sakit diambil darah untuk lab, diambil urine untuk lab, di suntik dan di ganti infusnya karna bengkak. Sungguh membuat hati tidak karuan jadinya. Selama di Rumah Sakit tiap harinya ku jaga dan tidak sekalipun pulang ke rumah karena tak ingin sedikitpun jauh dari si kecil. Tiap harinya ketika sang Ayah akan berangkat kerja aku sms ”Yah… jangan lupa sedekah, semoga Afif lekas sembuh…” karna di ingatkan kembali ketika di pengajian bahwa ”Se Utamanya Sedekah adalah di 1/3 malam” di ambil keutamaan lagi di Hari Jum’at pagi.

Tiap malamnya selalu diperdengarkan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat pengantar tidurnya. Sungguh sangat tenang menyanyikan sholawat atas nabi, membuat stress Bundanya ilang, dan juga pastinya anak terlelap tidur. Ikatan batin Ibu dan Anak yang selalu digunakan ketika sedang menghadapi cobaan. Fikiran positifku membuat Anakku semakin hari semakin tidak merasakan sakitnya tusukan suntikannya.

Setelah 5 hari dirawat, dan ketika hasil tes darahnya masih belum normal, akhirnya aku dan suami putuskan untuk pulang paksa dari Rumah Sakit tersebut karena diagnosa penyakit anakku berubah-ubah. Dibilang campaklah, DBDlah, dah Infeksi Saluran Kencing lah. Penat dan sulit sekali membayangkan Sakit apa sebenarnya Anakku itu sampai 4 hari belum terdeteksi juga. Akhirnya hari ke-5 aku bawa pulang paksa dengan menandatangani surat perjanjian dengan rumah sakit tersebut.

Lega rasanya ketika infusan di cabut dari tangan anakku, ku putuskan untuk merawatnya di rumah saja, dan Alhamdulillah sampai hari ke-7 sudah membaik dan bisa merangkak, duduk dan bermain lagi. Sungguh hari kemarin telah menjadi masa lalu buat Anakku menjelang 1 tahunnya, dan sebagai rasa syukur kami, di hari Ulang Tahunnya kami adakan di Bogor, cukup syukuran yang mengesankan. Mengundang Anak yatim dan Saudara-saudara dekat Afif.

Semoga Tetap diberi kesehatan dan menjadi anak sholeh, berbakti kepada orang tua, jujur tutur katanya, pandai dan lancar bicara/membaca Al-Qur’annya. Amin….

About bundadinda

Simple, suave, sexy, smart, and strong ^_^ enough

Posted on Maret 19, 2010, in Sayangku Afif Azmi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: